Blog/
||||||

Perjalanan Pasien — Dari Triase hingga Pulang

Seorang pria berusia 45 tahun tiba di stasiun medis lapangan setelah gempa bumi. Ikuti perjalanannya melalui triase, konsultasi, farmasi, dan pemulangan untuk melihat bagaimana seluruh sistem bekerja bersama.

Mulai Cepat — Daftar Periksa Alur Pasien

#SiapaTindakan
1PerawatBuka Nurse Station → Daftarkan pasien → Tetapkan kategori triase
2DokterBuka Doctor Station → Lihat antrean → Periksa + resepkan
3PerawatCatat tanda vital (TD/DN/RR/SpO2/Suhu)
4ApotekerBuka Pharmacy → Lihat antrean → Konfirmasi dispensasi
5Perawat / AdminKonfirmasi perawatan selesai → Catat pemulangan

Lima langkah ini adalah alur pasien dasar. Bedah, transfusi, dan evakuasi adalah alur lanjutan yang dibahas dalam artikel selanjutnya dari seri ini.


Perjalanan Pasien: Sore Hari Pak Budi

Pukul 2 siang. Seorang pria berusia 45 tahun dibawa masuk ke stasiun medis lapangan. Sebuah rak buku menimpa kaki kanannya saat gempa bumi. Ia tidak bisa berjalan dengan baik, dan tungkai bawah kanannya tampak bengkak.

Perhentian 1: Triase (Nurse Station)

Perawat Sari mengambil ponselnya dan membuka Nurse Station PWA.

Ia mengetuk "Pasien Baru" dan memasukkan informasi dasar: nama, usia, jenis kelamin. Sistem secara otomatis membuat ID pasien.

Selanjutnya adalah triase. Perawat Sari menilai cedera:

  • Sadar, jalan napas bersih
  • Tungkai bawah kanan bengkak, dicurigai fraktur
  • Tanda vital stabil

Ia memilih KUNING (Tunda) — membutuhkan perawatan, tetapi tidak mengancam jiwa secara langsung.

Sistem secara otomatis melakukan dua hal: membuat rekam medis pasien dan menambahkan pasien ke antrean dokter.

Perhentian 2: Konsultasi Dokter (Doctor Station)

Dr. Adi membuka Doctor Station PWA. Nama Pak Budi muncul di antrean, ditandai KUNING.

Ia masuk ke rekam medis pasien dan melihat temuan triase yang sudah didokumentasikan oleh perawat. Ia melanjutkan pemeriksaan fisik:

  • Nyeri tekan pada pertengahan batang tibia kanan
  • Pembengkakan signifikan, tidak ada luka terbuka
  • Pulsasi distal teraba

Dr. Adi mencatat diagnosis: "Suspek fraktur tertutup tibia kanan" dan menulis resep:

  • Asetaminofen 500 mg, setiap 6 jam, 10 tablet
  • Imobilisasi dengan gips pendek tungkai bawah

Begitu resep dikirim, resep tersebut muncul di antrean farmasi.

Perhentian 3: Tanda Vital (Nurse Station)

Perawat Sari kembali ke Pak Budi untuk mengukur tanda vital:

  • Tekanan darah: 128/82 mmHg
  • Denyut nadi: 88 bpm
  • Laju napas: 18/menit
  • SpO2: 98%
  • Suhu: 36,8 °C

Ia memasukkan nilai-nilai tersebut ke Nurse Station PWA. Jika ada nilai yang abnormal (misalnya TD di bawah 90/60), sistem secara otomatis menyorotnya dengan warna merah.

Tanda vital dapat dicatat berkali-kali. Setiap entri diberi cap waktu, sehingga memudahkan peninjauan tren selama serah terima shift.

Perhentian 4: Dispensasi Farmasi (Pharmacy PWA)

Apoteker Hasan membuka Pharmacy PWA dan melihat resep tertunda: Asetaminofen untuk Pak Budi.

Ia memverifikasi detail resep, lalu mengetuk "Dispensasi." Sistem secara otomatis mengurangi 10 tablet Asetaminofen dari inventaris.

Jika stok tidak mencukupi, sistem menampilkan peringatan tetapi tidak memblokir dispensasi — apoteker memutuskan apakah akan mendispensasi stok yang tersedia.

Mekanisme keamanan penting: resep yang sama tidak dapat didispensasi dua kali. Bahkan jika apoteker tidak sengaja mengetuk konfirmasi dua kali, inventaris hanya dikurangi satu kali.

Perhentian 5: Pemulangan

Pak Budi telah dipasangi gips dan diberikan obat pereda nyeri. Kondisinya stabil. Perawat mencatat pemulangan di sistem, mendokumentasikan waktu keluar dan instruksi kontrol ulang.

Jika Pak Budi perlu dirujuk ke rumah sakit belakang untuk evaluasi lebih lanjut (misalnya rontgen untuk mengonfirmasi fraktur), alur kerja berpindah ke EMT Transfer Station — dijelaskan di bagian berikutnya.


Lanjutan: Menerima Korban yang Dievakuasi dari Garis Depan

Terkadang pasien tidak datang sendiri. Dalam skenario militer atau bencana skala besar, korban dievakuasi dari garis depan melalui sistem LSCO ke stasiun medis.

Ketika medis lapangan menekan "Evakuasi ke Stasiun Medis" di sistem LSCO, inilah yang terjadi di stasiun:

  1. Pasien baru muncul di Nurse Station — ditandai MERAH atau STAT, prioritas tertinggi
  2. Data pasien sudah terisi — kartu korban TCCC dan catatan perawatan PFC dari garis depan diimpor secara otomatis
  3. Dokter dapat melihat catatan lapangan secara langsung — tidak perlu menanyakan ulang riwayat cedera

Dari situ, alur kerjanya sama seperti pasien mana pun: konsultasi dokter → resep/bedah → farmasi/bank darah → pemulangan atau evakuasi lanjutan.

Perbedaannya adalah pasien ini sudah memiliki catatan perawatan lapangan yang lengkap. Dokter tidak memulai dari nol — melainkan melanjutkan dari titik terakhir medis lapangan.

Untuk detail sisi garis depan (cara mengisi kartu TCCC, mencatat PFC, meminta MEDEVAC), lihat Artikel 4 dalam seri ini.


Evakuasi Pasien (EMT Transfer Station)

Ketika pasien perlu dipindahkan ke stasiun medis lain atau rumah sakit belakang, tim transfer menggunakan EMT Transfer Station PWA.

Alur transfer mengikuti format ISBAR:

ItemNama LengkapKonten
IIdentifyNama pasien, ID, usia
SSituationKeluhan utama, status saat ini
BBackgroundRiwayat medis, alergi, obat-obatan
AAssessmentDiagnosis, perawatan yang telah diberikan
RRecommendationAlasan transfer, langkah selanjutnya yang disarankan

Setelah mengisi formulir, pilih stasiun tujuan. Sistem melacak status transfer sampai stasiun penerima mengonfirmasi penerimaan.


Pertanyaan yang Sering Diajukan

Resep sudah dikirim tetapi farmasi tidak bisa melihatnya? Pastikan ponsel dokter dan apoteker sama-sama terhubung ke WiFi perangkat yang sama. Jika salah satu menggunakan jaringan eksternal atau perangkat berbeda, data tidak akan sinkron.

Tidak sengaja membuat pasien duplikat? Gunakan fungsi pencarian untuk menemukan rekam medis yang sudah ada alih-alih membuat baru. Sistem mendukung pencarian berdasarkan nama dan ID. Jika duplikat sudah terlanjur ada, hubungi peran Admin untuk menyelesaikannya.

Inventaris obat menunjukkan nol? Obat harus diterima ke inventaris terlebih dahulu. Buka Supply Station PWA untuk melakukan penerimaan, masukkan kode obat dan jumlahnya. Lihat Artikel 5 dalam seri ini untuk detail.

Lupa mencatat tanda vital? Anda dapat menambahkannya kapan saja secara retroaktif. Nurse Station PWA mendukung pencatatan tanda vital dengan tanggal mundur. Sistem mencatat waktu input aktual dan waktu mundur untuk keperluan audit.

Memilih kategori triase yang salah — bisa diubah? Ya. Masuk kembali ke rekam medis pasien dan perbarui level triase. Sistem menyimpan catatan asli; level baru ditimpa di atasnya, menjaga jejak audit.


Navigasi Seri

Ini adalah artikel kedua dalam seri Panduan Operasional Stasiun Lapangan xGrid. Seri lengkap:

  1. Tiga Menit untuk Online — Dari Menyalakan Daya hingga Stasiun Beroperasi Penuh
  2. Perjalanan Pasien — Dari Triase hingga Pulang (artikel ini)
  3. Bedah dan Transfusi — Menangani Kasus Kritis
  4. Kedokteran Medan Tempur LSCO — Panduan Operasional Medis Lapangan
  5. Operasional Harian — Inventaris, Bank Darah, dan Serah Terima Shift

Artikel ini mencakup alur pasien dasar. Jika pasien membutuhkan bedah atau transfusi darah, lanjutkan ke Artikel 3.